Showing posts with label Hobi. Show all posts
Showing posts with label Hobi. Show all posts

Friday, March 2, 2018

2017 Bersama Microsoft Paint

 
Mungkin kita akan bertanya-tanya tentang apa yang bisa kita buat dengan Microsoft Paint, apakah coretan tak berarti? atau bahkan gambar seseorang yang terlihat sangat konyol. MS Paint sendiri merupakan aplikasi lawas  untuk menggambar dan tak asing mungkin bagi generasi 90-an, dan MS Paint Sendiri sudah menjadi bagian dari sistem operasi windows yang pertama (1.0) rilis di pasaran pada tahun 1985, terhitung telah 33 tahun hingga sekarang ( bahkan jauh sebelum saya lahir ) namun bagi saya sangat sukses mengumpulkan banyak penggemar, dan jika berkenan saya boleh menyebut diri saya sendiri adalah penggemar dari aplikasi MS Paint ini.
 
Bagai kompor dan panci pasti akan menghasilkan masakan yang siap dimakan, sama seperti saya dan paint tentu sudah menghasilkan gambar-gambar yang kebetulan saya simpan dalam komputer saya. Beberapa gambar saya selama tahun 2017 bersama aplikasi MS Paint.
 
1. Bebatuan di gurun
 setelah iseng berkelana di google dan tersesat di daerah MS Paint saya menemukan artikel berjudul '17 stunning works of art created using only Microsoft Paint' cukup spechless dengan karya hebat dari aplikasi sederhana ini, seketika saya mencoba membuat karya niat pertama saya, yang selesai dalam waktu kurang lebih dua jam. 

2. Taman nasinal Baluran
Menggambar niat yang kedua, saya mencoba membuat gambar TN Baluran dengan sentuhan hampir seratus persen dengan tool Brush. waktu penggarapan kurang lebih tiga hari.
 
3. Pantai fiktif
Dalam gambar ini terdapat sedikit kenangan dimana saat itu memang sedang bosannya saya.  Di saat sela jeda simulasi UNBK saat kelas XII. waktu pengerjaan hanya dua jam.

4. Boeing 747-8
 Menjelang liburan sekolah di pukul 08.00 pagi di saat sedang bosan-bosannya. saya mendapat inspirasi ini. Waktu pengerjaan kurang lebih tiga hari.

5. Sarang Berang-berang
 Percobaan menggambar bayangan di air. waktu pengerjaan kurang lebih satu hari.
 
6. Pephonan
Pengerjaan hanya satu hari, dengan hampir 95 persen menggunakan tool brush.

7. Danau fiktif

Rawa dan pohon entahlah yang memiliki daun berwarna coklat kemerahan, waktu pengerjaan satu hari.

8. Galaksi Bima Sakti (Milky Way)
Salah satu penutup yang menjadi favorit saya setahun terakhir, menggambarkan tampak galaksi bima sakti dan pantulannya di sebuah danau. Waktu pengerjaan kurang lebih 4 jam.
 
Itu tadi adalah beberapa gambar yang saya buat selama tahun 2017 bersama Microsoft Paint. Terima kasih telah mampir di blog ini, dan semoga bermanfaat.

Saturday, March 18, 2017

Stasiun Sumari : tetap berdiri dalam ingatan

  
Jalur yang melingkari Kota Gresik
   Pagi pukul setengah enam badan ini sudah siap berkelana, mengunjungi  tempat  yang tidak terlalu berarti bagi banyak orang, namun sangat bermakna bagi saya, disitulah dulu sebuah stasiun yang cukup penting berdiri, jauh dari keramaian kota dan bisingnya jalan raya, hingga kini ia tertidur dan dilupakan. Stasiun Sumari namanya, awal saya mengetahui nama Sumari lebih akrab dengan sebuah nama orang, penasaran  menggerogoti hati mengenai dimana letak dan bagaimana bentuk fisik dari bangunan stasiun itu, dan saya sangat yakin jika warga Gresik sendiri masih banyak yang belum tahu keberadaan stasiun ini, bahkan banyak dari warga gresik tidak tahu bahwa di Gresik terdapat stasiun kereta api dan jalur kereta api yang masih aktif hingga saat ini. Sejauh ini di Kabupaten Gresik sendiri terdapat tiga stasiun aktif yang kesemuanya adalah sebuah stasiun kecil. stasiun Cerme dan Duduk yang terdapat pada jalur utama pantai utara yang dilayani kereta api lokal antar kota/Komuter sedangkan untuk Kereta api jarak jauh tidak ada yang berhenti atau semuanya berjalan langsung dan stasiun Indro ‘bukan Indro warkop gan’ tercabang dari stasiun Kandangan (surabaya) memang dari zaman kolonial Belanda sudah bernama Indro dan dulu pernah ramai karena angkutan pupuk dan semen pada tahun 80-an hingga 90-an hingga mati nya kereta api kedua komoditi ini beserta jalur-jalurnya dan pada tahun 2010-an dan pada akhir 2016 kemarin sudah kembali aktif melayani angkutan barang multi-komoditi yang diangkut dengan kontainer. Sedangkan kota gresik dulunya mempunyai stasiun Gresik (masih jalur yang terletak di kawasan gresik lama tepatnya di sekitar jalan KH Kholil, namun harus mati karena kalah bersaing dengan kendaraan jalan raya yang semakin pesat. Setelah saya cermati ternyata jalur di kota Gresik merupakan jalur kantong dimana jalur utama bercabang di stasiun Kandangan dan melingkari kota Gresik hingga kembali menyatu dengan jalur utama di stasiun Sumari. Setelah tercermati maka saya putuskan untuk mengajak beberapa kawan untuk menjelajahi stasiun ini.

     Kami memutuskan untuk ketemuan di stasiun Duduk pagi itu, sambil menunggu teman yang belum datang serta menghilangkan kejenuhan maka memotret kereta api jadi solusinya, selama dua jam menunggu ada dua kereta api yang  lewat, itulah kereta api barang Parcel dan Cepu ekspres yang keduanya tujuan Surabaya.  Hingga semuanya datang maka kami putuskan untuk segera berangkat, titik kedua kami adalah perlintasan di desa Tebaloan, Duduksampeyan, segera motor saya titipkan di penitipan motor di dekat situ, perjalanan masih sangat panjang, sebenarnya akses jalan ke stasiun Sumari sendiri sangat sulit dimana stasiun Sumari terletak ditengah tambak-tambak dan sawah, perkampungan terdekatnya adalah Jetek  serta  jauh dari jalan raya, dan bisa ditempuh dengan motor melalui jalan setapak samping rel (sudah mepet rel) yang biasanya digunakan warga beraktifitas namun karena itu merupakan ruang manfaat kereta api dan cukup berbahaya jika dilintasi. Dipakailah cara tracking yaitu berjalan 2 km dari Tebaloan, berat tapi harus dilalui. Tracking kami mulai, selama perjalanan ke stasiun Sumari melintas tiga kereta api, dua kereta api barang kontainer tujuan Jakarta dan Kereta api Harina dari Bandung tujuan Surabaya, dan cukup kereta api melintas membuat rasa lelah sedikit terobati. Sapa kami terhadap warga sekitar yang beraktifitas di tambak kanan-kiri rel, beberapa bertanya mau kemana ‘ le arep nang ndi?’ (nak mau kemana?) ‘badhe kesah ten bekas stasiun niku pak’ (mau ke bekas stasiun itu pak) sambil menunjuk tempat yang kami tuju, nampaknya mereka sudah paham mengenai bekas stasiun itu, secara mereka merupakan warga sekitar yang sudah pasti tau ada apa saja di sekitar situ. Akhirnya sampai juga kami di stasiun Sumari, stasiun Sumari hanya meninggalkan sebidang tanah yang saya perkirakan dulunya terdapat bangunan stasiun diatasnya.
Sambil menunggu kawan-kawan yang belum datang, KA Cepu Ekspres lewat Stasiun Duduk

Menyusuri rel menuju stasiun Sumari

Sebidang tanah di sebelah selatan rel, diperkirakan dulu tempat berdirinya bangunan stasiun Sumari

Percabangan menuju Kota Gresik (terdapat pipa milik PT. Petrokimia)

Patok merah

Masih di area percabangan bersama kawan-kawan yang menemani perjalanan

Foto bareng di area percabangan






     Setelah puas saya dan kawan-kawan melihat-lihat serta mengagumi stasiun Sumari pada masa jayanya, akhirnya kami melanjutkan perjalanan karena sebenarnya perjalanan kami masih 1,2 km lagi untuk menuju tempat persinggahan, disitulah nanti kami melepas penat dan menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Penantian kami sudah datang, di warung 2x3 meter di samping perlintasan tak dijaga di desa Padeg, kecamatan Cerme. Tepat jam itu pula kereta api KRD lokal Babat dari Surabaya tujuan Bojonegoro melintas, dengan setengah lelah kami masin-masing ambil posisi untuk memotret kereta api KRD.
Warung di desa Padeg tempat kami beristirahat

     Waktu menunjukkan pukul setengah Duabelas, kami harus kembali ke Duduksampeyan untuk mengakhiri perjalanan ini, berjalan sejauh kami berangkat tak menambah lelah kami yang terbayar dengan mengunjungi stasiun Sumari. Akhir perjalanan kami sempat Hunting foto kereta api di sekitar tikungan tebaloan dan mendapat beberapa kereta api yang melintas, itu lah pengalaman petualangan sehari bersama kawan untuk blusukan ke bekas stasiun Sumari. 


ditulis di Gresik 18 Maret 2017
blusukan ke stasiun Sumari pada tanggal 15 Februari 2015
bersama kawan sesama Railfans Gresik